Kamis, 12 November 2009

IP ADDRESS SUMARRY


IP ADDRESSING

Hari gini apa apa IP mulai dari PC internet TV(IPTV) Radio (GSM CDMA ) sekarang mulai bergerak kearah IP ( atau udah pake ip ver 6 yah beberapa ... gak tau juga ) wel intinya IP sudah jadi de facto perangkat telco deh sekarang. ok disini saya ingin coba memberikan gambaran singkat saja mengenai IP ( hehe masih banyak yg kurang tolong di ingat dan di tambahin yah ) ok kita mulai saja .. hmnn hmnnn.

IP terdiri tadi 4 octet tiap octet terdiri dari 8 bit sehingga ( 32 bit ) tiap octet dipisahkan dengan notasi dot (.) octet octet tersebut menerangkan keadaan/posisi sebuah netwoks ID atau pun host ID di suatu jaringan . pada tiap tiap host/network memerlukan Ip address yang uniq .

Contoh sebuah IP address 192.168.20.11



~ KELAS IP ~

Pada IP dapat di bagi menjadi beberapa kelas berdasarkan octet NET ID nya dan Host ID nya adapun klas tersebut adalah .

Kelas A

Octet pertama pada klass A ialah dimulai dari 1 s/d 127 . sehingga pada klas A terdapat 1 octet NET ID dan 3 Octet host ID didapat dari pada bit pertama adalah 0 dan bit selanjutnya adalah 0 (low state) dan 1(high state ) sehingga

0xxxxxxx ==> syarat kelas A

00000000 => low 0 atau 1(decimal )

01111111 => hi 127 (decimal )

Kelas B

Octet pertama dan Kedua menjadi NED ID sedangkan 2 octet lainya menjadi Octet Host ID Untuk octet pertamanya dimulai dengan 128 s/d 191

10xxxxxx => syarat Kelas B

10000000 => low 128

10111111=> hi 191

Kelas C untuk NED ID nya ada 3 octet dan untuk hostnya hanya 1 octet octet pertamanya dimulai dengan 192 s/d 223

110xxxxx =>syarat kelas C

11000000 =>low 192

11011111 => hi 223

*untuk 3 kelas ini Ip address nya umum digunakan sedangkan untuk kelas D

Kelas D untuk keperluan multicast ditandai dengan octet pertamanya 244 dan kelas E digunakan untuk keperluan testing ( research )

~ IP Public Vs IP Private ~

IP Public yaitu ip yg biasa di sediakan oleh isp cukup ip resources yg bisa didirect ke internet , sedangkan IP private yaitu Ip host yang hanya beberapa saja yang bisa di derect ke internet.


IP RESERVED ( terpesan/patokan )

Ialah Ip Address yang diplot untuk kepentingan umum seperti

1.RFC 1918 dimana disediakan 3 kelas IP yaitu

Kelas A [10.0.0.0 - 10.255.2555.2555]

Kelas B [172.16.0.0 - 172.31.255.255 ]

Kelas C [192.168.0.0 - 192.168.255.255]

2.RFC 2026. Link Local Loop

Ip address yang digunakan untuk request sebagai client disebuah DHCP server jika pada DHCP tersebut sebuah host tidak di assign untuk ip yg validnya oleh DHCP adapun untuk Ip requestnya adalah

[164.254.0.1 - 164.254.255.255]

3.RFC Testing [127.0.0.1 - 127.255.255.255] Ip yang digunakan untuk testing feedback /loopback

Untuk Ip Ip RFC ini IP -IP tersebut oleh router akan segera di drop paket (tdk diteruskan ) kerouter lainnya ( kejaingan lainnya ).


IP khusus ~

KETERANGAN

NET ID

HOST ID

Contoh



IP sebuah Netwok

tertentu

0

128.10.0 .0 hostnya selalu 0


IP Broadcast

tertentu

255

128.10.255.255 hostnya 255


IP Broadcast seluruhnya

255

255

255.255.255.255



IP loopback

127

sembarang

127.0.0.1









~ SUBMASK ~

Submask adalah penanda atau pemisa bit network dengan Bit Host . dikarenakan IP terdiri dari 32 bit yang hanya terdiri dari 1 dan 0 dierlukan sebuah pemisah sehingga dari subnet dapat diketahui sebuah IP masuk kedalam Kelasnya masing masing . proses ini disebut sebagai proses masking

Ada pun secara default ( classfull ) mask untuk

Kelas A adalah .255.0.0.0 [ net. host.host.host ]

Kelas B adalah 255.255.0.0 [ net.net.host.host ]

Kelas C adalah 255.255.255.0 [ net.net.net.host ]

*classful adalah masking(submask ) yang digunakan adalah sama dalam sebuah jaringan.

Classless adalah submask yg digunakan bervariasi dalam sebuah sebuah jaringan.


~SUBNETTING ~

Subneting adalah teknik untuk membagi bagi sebuah net /jaringan untuk keperluan expansi . adapun syarat untuk subnetin adalah

1. Mengetahui maximum host ditiap 2 segment

2. Tau untuk maximum segment

3. Penggunaan Ip dan submasknya harus tepat/cocok


~ TABEL BLOK ~

Gunakan untuk menghitung Blok segment jumlah segment, jumlah host, submask nya


~ CLASSFULL & CLASSLES ~

Pada subnetting ada 2 istilah yaitu classful dan classless dimana pada classful memakai submask yg sama untuk seluruh jaringannya. Hal ini membuat pemborosan IP assigning sehingga tidak efisien dan pada routing tidak membawa info submask kedalam database updatenya contoh protocol yang menggunakan classfull adalah RIP, IGRP. . sedangkan pada classless digunakan untuk efisiensi IP resource . submask infonya diupdate ke database router .contoh protocol yg menggunakan classless seperti. EIGRP, OSPF. RIP ver 2.


~ CIDR / CLASSLESS INTER_DOMAIN ROUTING ~

CIDRS kepanjangan nya bisa baca diatas Cuma analoginya.. itu loh tanda atau notasi (/) yang biasanya diberikan untuk keperluan subnetting . tanda / ini diikuti dgn bilangan decimal yg menyatakan jumlah bit 1 yang terdapat pada submask .

Contoh :

Submask CIDR

255.0.0.0 /8

255.128.0.0 /9

255.255.224.0 /19

Sehingga kita dari CIDR kita bias mengetahui blok 2 bit seperti

Kelas A 255.0.0.0 / 8

Kelas B 255.255.0.0 /16

Kelas C 255.255.255 /24 dan seterusnya .


VLMS /VARIABLE LENGTH SUBNET MASKING

VLMS adalah teknik subneting disebuah networks dimana panjang subnet nya bias berbeda beda ( variasi ) ada yg / 27, /30 dan lain lain .langkah 2 untuk VLMS adalah dengan mengetahui jumlah segment terbanyak dan keperluan segmenya apa Mulailah dgn menggunakan blok dan submask yg cocok. Ok kita langsung saja ke praktek untuk subnet classful dan classless aka VLMS

Contoh diketahui sebuah jaringan mempunyai IP networknya [ 192.168.100.0/27] kelas C lihat gambar

Pada jaringan ini terdapat beberapa segment seperti

1. Ethernet segmen 10

2. Point to point ruter 2 segment

3. ATM 25 segment

Hitunglah IP ip yang valid di tiap segmenya degan cara clasfull dan VLSM




sebenernya simple cukup googleing terus download Ip calculator , tapi saya cuma ingin mengasih gambaran saja . tentang proses perhitungan dan pemakaian IP mudah mudahan tepat yah ...!

Cara I Classfull.

Langkah 1 hitunglah total segmentnya

segment Ethernet 10

segment ATM 25

Point to poin 2

Total ----------------------------------- (+)

37 segment

Langkah 2 gunakan table masking untuk mendapatkan subnetnya carilah jumlah segment yg mendekati pada table segmennya kita dapatkan .


Sehingga submasknya (255.255.255.224)

Untuk block host persegmentnya adalah bilangan 32

Untuk banyaknya segment gunakan reverses table (table kebalikan ) yaitu :


Lalu hitung mundur


Sehingga kita dapat untuk Segment ada 7 dengan panjang 32 host dgn submask seluruh network 255.255.255.224/19

# Subnet ID Host Range Subnet Broadcast

1 192.168.100.0 192.168.100.1 – 192.168.100.30 192.168.100.31

2 192.168.100.32 192.168.100.33 - 192.168.100.62 192.168.100.63

3 192.168.100.64 192.168.100.65 - 192.168.100.94 192.168.100.95

4 192.168.100.96 192.168.100.97 - 192.168.100.126 192.168.100.127

5 192.168.100.128 192.168.100.129 - 192.168.100.158 192.168.100.159

6 192.168.100.160 192.168.100.161 - 192.168.100.190 192.168.100.191

7 192.168.100.192 192.168.100.193 - 192.168.100.222 192.168.100.223

Sehingga gambarnya

CLASSLES\VLSM

1.langkah pertama carilah segment dgn jumlah host terbanyak yaitu pada ATM segment 25 host

2gunakan table untuk tiap segmennya

3.assign Mask yang bersesuaian

Untuk ATM 25 host 25 masuk kedalam block 32, Submasknya 255.255.255.224/27

untuk Ethernet 10 host masuk kedalam block 16 submasknya 255.255.255.240/28

Untuk point to poin 2 host masuk kedalam block 4 submasknya 255.255.255.252/



Untuk penempatan IP harus dimulai dgn yang paling besar jumlah hostnya yaitu ATM clown sehingga Ipnya start dr 192.168.100.0/27 s/d 192.168.100.32 dimana untuk ID networknya 192.168.100.0 untuk hostnya dimulai dgn 192.168.100.1 s/d 192.168.100.31 dan Ip broadcastnya 192.168.100.32

ATM

Submask [255.255.255.224]

Net IP [ 192.168.100.0]

Host [ 192.168.100.1 – 192.168.100.30]

Broadcast [ 192.168.100.31]

Ethernet (16 block ) pada segmen ini dimulai dari 192.168.100.32 sehingga

Submask [ 255.255.255.240/28]

Segmen 1 Net Id [ 192.168.100. 32]

Host [ 192.168.100.33- 46]

Broadcast [192.168.100.47]

Segment 2 net id [ 192.168.100.48]

Host nya [192.168.100.49-62]

Broadcast [192.168.100.63]

Segment 3 net id [ 192.168.100.64]

Hostnya [ 192.168.100.65-78]

Broadcastnya [ 192.168.100.79]

Untuk point to point (4block ) submask 255.255.255.252 dimulai dgn 192.168.100.80

Net id [192.168.100.80]

Hostnya [192.168.100.81- 82]

Broadcast [192.168.100.83]

Dan seterusnya . yang harus di ingat Ip harus diurutkan sesuai dgn kebutuhan dan urutan segment terbesarnya .sehingga didapat gamabr seperti



SUPERNETING

Teknik kebalikannya dari subnetting yah itu menggabungkan beberapa net menjadi net yang besar … kita lanjutin lain kali …!:)

Ps. sorry gambarnya agak jelek abizz susah sich gambarnya :P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar